Esdikimia Website Analysis

Esdikimia.wordpress.com

Rank: 965207
Content Type: text/html; charset=UTF-8
generator: WordPress.com
og:type: website
og:title: KOMUNITAS KIMIA SMA
og:description: Ayo Mempelajari Kimia SMA dengan Mudah...
og:url: https://esdikimia.wordpress.com/
og:site name: KOMUNITAS KIMIA SMA
og:image: https://secure.gravatar.com/blavatar/e8b0e25f443816f65bf6ec2fe86da7c5?s=200&ts=1533071615
og:image:width: 200
og:image:height: 200
og:locale: id_ID
twitter:site: @wordpressdotcom
fb:app id: 249643311490
application name: KOMUNITAS KIMIA SMA
msapplication window: width=device-width;height=device-height
msapplication tooltip: Ayo Mempelajari Kimia SMA dengan Mudah...
msapplication task: name=Forum WordPress.com;action-uri=http://forums.wordpress.com/;icon-uri=https://s1.wp.com/i/favicon.ico
description: Ayo Mempelajari Kimia SMA dengan Mudah...

Ads analysis

  • UA-52447-2
  • Title attribute

  • KOMUNITAS KIMIA SMA » Feed
  • KOMUNITAS KIMIA SMA » Umpan Komentar
  • RSD
  • KOMUNITAS KIMIA SMA
  • WordPress.com
  • Mantap!!! Bimbel Kimia SMA/MA ?Narwastu? di Muara Teweh Buka Kelas Private Kelompok
  • Afrika
  • Arab
  • Bulgaria
  • China
  • Croatia
  • Czech
  • Denmark
  • Netherlands
  • United Kingdom
  • Finland
  • French
  • Germany
  • Greece
  • India
  • Italy
  • Japanese
  • South Korea
  • Norwegia
  • Philipines
  • Poland
  • Portugal
  • Romania
  • Rusia
  • Slovakia
  • Spain
  • Sweden
  • Click to see how many people are online
  • Senin
  • Selasa
  • Rabu
  • Kamis
  • Jumat
  • Sabtu
  • Minggu
  • Really Simple Syndication
  • Really Simple Syndication
  • Didukung oleh WordPress, state-of-the-art semantic personal publishing platform.
  • 'esdi pangganti'
  • 'esdi pangganti'
  • Buat lencana Anda sendiri!
  • Wadah Belajar dan Berkreasi Kimia
  • Video Unsur-unsur dalam Tabel Sistem Periodik
  • Pembelajaran Kimia
  • Blog Pembelajaran Kimia
  • Belajar Cerdas Pelajaran SMA
  • Pelajaran bahasa Indonesia SMA
  • Artikel Pendidikan (12)
  • Dibuang Sayang (12)
  • Kimia Kelas X (16)
  • Kimia Kelas XI (16)
  • Kimia Kelas XII (10)
  • Komputer (2)
  • Kumpulan Artikel Esdi (17)
  • Materi Kimia (42)
  • Pembahasan Soal (1)
  • POSTING (3)
  • Prakarya (1)
  • Puisi Kimia Version (3)
  • agen jamkho
  • Istanamurah
  • esdipangganti
  • pelangsing herbal
  • agen jamsi
  • rumus senyawa alkana,alkuna,alkena – hafidahhanumsite
  • rumus senyawa alkana,alkuna,alkena – hafidahhanumsite
  • Alfi
  • zahra
  • wesdinaomi
  • Zabrino Wahid Kal Alfin
  • Nadia Putriastika
  • dwi elsya hasibuan
  • Shally
  • widagdo
  • 'Esdi Pangganti'
  • 'Esdi Pangganti'
  • Buat lencana Anda sendiri!
  • Similar Website

      Website Content & Js Analysis

                                              
      KOMUNITAS KIMIA SMA | Ayo Mempelajari Kimia SMA dengan Mudah…
        WebFontConfig = {"google":{"families":["Abril+Fatface:r:latin,latin-ext"]}};
        (function() {
          var wf = document.createElement('script');
          wf.src = 'https://s0.wp.com/wp-content/plugins/custom-fonts/js/webfont.js';
          wf.type = 'text/javascript';
          wf.async = 'true';
          var s = document.getElementsByTagName('script')[0];
          s.parentNode.insertBefore(wf, s);
      	})();
      		/*  */
      			window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s0.wp.com\/wp-content\/mu-plugins\/wpcom-smileys\/twemoji\/2\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s0.wp.com\/wp-content\/mu-plugins\/wpcom-smileys\/twemoji\/2\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/s0.wp.com\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?m=1532082729h&ver=4.9.8-RC2-43539"}};
      			!function(a,b,c){function d(a,b){var c=String.fromCharCode;l.clearRect(0,0,k.width,k.height),l.fillText(c.apply(this,a),0,0);var d=k.toDataURL();l.clearRect(0,0,k.width,k.height),l.fillText(c.apply(this,b),0,0);var e=k.toDataURL();return d===e}function e(a){var b;if(!l||!l.fillText)return!1;switch(l.textBaseline="top",l.font="600 32px Arial",a){case"flag":return!(b=d([55356,56826,55356,56819],[55356,56826,8203,55356,56819]))&&(b=d([55356,57332,56128,56423,56128,56418,56128,56421,56128,56430,56128,56423,56128,56447],[55356,57332,8203,56128,56423,8203,56128,56418,8203,56128,56421,8203,56128,56430,8203,56128,56423,8203,56128,56447]),!b);case"emoji":return b=d([55358,56760,9792,65039],[55358,56760,8203,9792,65039]),!b}return!1}function f(a){var c=b.createElement("script");c.src=a,c.defer=c.type="text/javascript",b.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(c)}var g,h,i,j,k=b.createElement("canvas"),l=k.getContext&&k.getContext("2d");for(j=Array("flag","emoji"),c.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},i=0;i
      		function __ATA_CC() {var v = document.cookie.match('(^|;) ?personalized-ads-consent=([^;]*)(;|$)');return v ? 1 : 0;}
      		var __ATA_PP = { pt: 0, ht: 0, tn: 'freshy', amp: false, siteid: 8982, consent: __ATA_CC() };
      		var __ATA = __ATA || {};
      		__ATA.cmd = __ATA.cmd || [];
      		__ATA.criteo = __ATA.criteo || {};
      		__ATA.criteo.cmd = __ATA.criteo.cmd || [];
      	window.google_analytics_uacct = "UA-52447-2";
      	var _gaq = _gaq || [];
      	_gaq.push(['_setAccount', 'UA-52447-2']);
      	_gaq.push(['_setDomainName', 'wordpress.com']);
      	_gaq.push(['_initData']);
      	_gaq.push(['_trackPageview']);
      	(function() {
      		var ga = document.createElement('script'); ga.type = 'text/javascript'; ga.async = true;
      		ga.src = ('https:' == document.location.protocol ? 'https://ssl' : 'http://www') + '.google-analytics.com/ga.js';
      		(document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(ga);
      	})();
      						KOMUNITAS KIMIA SMA
      					Ayo Mempelajari Kimia SMA dengan Mudah…
      		Home
      Tamuku
      Biografi
      Materi Kimia
      	Kimia Kelas X
      		CARA MENENTUKAN KELIMPAHAN ISOTOP
      		Persamaan Reaksi Kimia Sederhana
      		Ikatan Ion
      	Kimia Kelas XI
      		KEKHASAN ATOM KARBON
      		ALKANA, ALKENA, ALKUNA
      		MENYETARAKAN REDOKS,?.
      	Kimia Kelas XII
      		Cara Menentukan: Notasi Sel Volta
      		MANFAAT KOLOID
      Materi Prakarya
      	Patchwork Kain
      	Pigura
      	Terompet
      	Sendal Hias Kain Perca
      	Sendok Kayu
      	Keripik Lambiding
      	Kipas Hias Kain Perca
      	Plat Nama/TNKB
      	Mozaik Dayak
      Artikel
      	SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL (SPLTV)
      	Artikel Pendidikan
      	Puisi Kimia Version
      	TESIS
      	Topografi Barut
      	EDUTAINMENT PROGRAM (EP)
      	KABUT ASAP
      	BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT
      Private
      				KABUT ASAP
      					15
      					10
      					2015
      					

      Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah kemudian berkondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat seperti gas (atau uap) menjadi cairan) menjadi mirip awan. Peristiwa ini terbentuk karena hawa dingin di sekitar tempat itu dan kadar kelembaban yang tinggi, yaitu mendekati 100%. Untuk menghasilkan kondensasi atau sublimasi di perlukan tingkat kejenuhan udara yang tinggi, di mana kelembaban relatif mendekati atau sama dengan 100%. Kriteria yang digunakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika adalah jika terlihat adalanya partikel-partikel mikroskopis di udara permukaan dengan jarak pandang (Visibility) mendatar kurang dari 1 Km dan nilai kelembaban Relatif(RH) 98-100%. Setiap musim kemarau kita selalu diganggu asap. Sejumlah kota di Riau maupun Kalimantan umumnya serta Kalimantan Tengah pada khususnya diselimuti asap pekat. Jarak pandang terganggu, aktivitas sosial dan ekonomi pun terganggu. Di laut, darat, maupun di sejumlah sungai yang padat transportasi air menjadi sangat rawan kecelakaan. Istilah “smog” pertama kali dikemukakan oleh Dr. Henry Antoine Des Voeux pada tahun 1950 dalam karya ilmiahnya “Fog and Smoke”, dalam pertemuan di Public Health Congress. Pada 26 Juli 2005, surat kabar London, Daily Graphic mengutip istilah ini ?[H]e said it required no science to see that there was something produced in great cities which was not found in the country, and that was smoky fog, or what was known as ?smog.?? (Dr Henry Antoine Des Voeux menyatakan bahwa sebenarnya tidak diperlukan pengetahuan ilmiah apapun untuk mendeteksi keberadaan sesuatu yang telah diproduksi di kota besar tetapi tidak ditemukan di perkampungan, yaitu “smoky fog” (kabut bersifat asap), atau disebut juga dengan smog (asbut).). Hari berikutnya surat kabar tersebut kembali memberitakan ?Dr. Des Voeux did a public service in coining a new word for the London fog? (Dr. Des Voeux menjalankan tugas pelayanan masyarakatnya dengan memperkenalkan istilah baru, asbut) dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Asbut.

      Pengertian Kabut Asap Kabut Asap adalah kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan. Di bawah keadaan cuaca yang menghalang sirkulasi udara, kabut asap bisa menutupi suatu kawasan dalam waktu yang lama. Kabut asap juga sering dikaitkan dengan pencemaran udara. Kabut asap sendiri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair. Proses terbentuknya kabut Asap Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer. Kabut juga dapat terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30 C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m3, maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20 C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh. Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah. Menurut istilah yang diakui secara internasional, kabut adalah embun yang mengganggu penglihatan hingga kurang dari 1 Km. JENIS-JENIS KABUT ASAP Terdapat dua jenis utama kabut asap. Kabut asap fotokimia dan kabut asap klasik. Kabut Asap Fotokimia Kabut asap jenis ini pada umumnya disebabkan oleh beberapa jenis hasil pembakaran bahan kimia yang dikatalisasi oleh kehadiran cahaya matahari. Kabut asap ini mengandung: ? hasil oksidasi nitrogen, misalnya nitrogen dioksida ? ozon troposferik ? VOCs (volatile organic compounds) ? peroxyacyl nitrat (PAN) VOC’s adalah hasil penguapan dari bahan bakar minyak, cat, solven, pestisida dan bahan kimia lain. Sementara oksida nitrogen banyak dihasilkan oleh proses pembakaran dalam bahan bakar fosil seperti mesin mobil, pembangkit listrik, dan truk. Kabut asap fotokimia biasanya terjadi di daerah-daerah industri atau kota padat mobil yang menghasilkan emisi berat dan terkonsentrasi. Tetapi kabut asap fotokimia tidak hanya menjadi masalah di kota-kota industri, sebab bisa menyebar ke daerah non industri. Kabut asap Klasik Merupakan kabut asap yang terjadi di London setelah terjadinya revolusi industri yang menghasilkan pencemaran besar-besaran dari pembakaran batu bara. Pembakaran ini menghasilkan campuran asap dan sulfur dioksida. Gunung berapi yang juga menyebabkan berlimpahnya sulfur dioksida di udara, menghasilkan kabut asap gunung berapi, atau vog (vulcanic smog, kabut asap vulkanis). Pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan di Indonesia juga telah beberapa kali menyebabkan kasus asap di negara tetangga Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Kepadatan tinggi kilang yang terletak di Tiongkok daratan juga mencemari Hong Kong. Kini, bangunan tinggi Hong Kong sukar dilihat dengan jelas.

      DAMPAK KABUT ASAP BAGI LINGKUNGAN Kabut asap menjadi masalah bagi banyak kota di dunia dan terus mengancam lingkungan. Menurut EPA U.S., udara dalam status bahaya karena problem kabut jika telah melewati batas 80 bagian persejuta (parts per billion) (ppb) atau 0.5 ppm ozone (komponen utama kabut asap) [1], melebihi dari 53 ppb nitrogen dioksida atau 80 ppb partikel. Kabut asap dalam keadaan berat merusak dan bahkan menyebabkan masalah pernapasan bagi manusia, termasuk penyakit emphysema, bronchitis, dan asma. Kejadian klinis sering terjadi saat konsentrasi ozone levels sedang tinggi.

      Zat-zat yang terkandung dalam kabut asap ini antara lain: 1. Sulfur Dioksida Pencemaran oleh sulfur dioksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida(SO2) dan Sulfur Trioksida (SO3), dan keduanya disebut Sulfur Oksida (SOx) Sumber dan distribusi dari Sulfur Dioksida ini adalah berasal dari pembakaran arang,minyak bakar gas,kayu dan sebagainya. Sumber yang lainnya adalah dari proses-proses industri seperti pemurnian petroleum,industri asam sulfat, industri peleburan baja,dsb. Pengaruh utama polutan Sox terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan terutama pada tenggorokan yang terjadi pada beberapa individu yang sensitif iritasi. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan kadiovaskular. Pencegahan dari Sulfur dioksida antara lain dengan ? merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap berfungsi dengan baik ? Memasang filter pada knalpot ? scruber pada cerobong asap ? Merawat mesin industri agar tetap baik dan melakukan pengujian secara berkala ? Menggunakan bahan bakar minyak atau batu bara dengan kadar sulfur yang rendah, dll. 2. Carbon Monoksida Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senyawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbondioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksida di lingkungan dapat terbentuk secara alamiah, tetapi sumber utamanya adalah dari kegiatan manusia, Karbon monoksida yang berasal dari alam termasuk dari larutan, oksida metal dari atmosfer, pegunungan, kebakaran hutan, dan badai listrik alam. Dampak karbon monoksida bagi kesehatan adalah penguraian HbCO yang relatif lambat menyebabkan terhambatnya kerja molekul sel pigmen tersebut dalam fungsinya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi seperti ini dapat berakibat serius, bahkan fatal, karena dapat menyebabkan keracunan. Dampak keracunan CO berbhaya bagi orang yang telah menderita gangguan otot jantung. 3. Nitrogen Dioksida Oksigen Nitrogen (NOx) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfer yang terdiri dari Nitrogen monoksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO2). Sumber utama Nox yang diproduksi oleh manusia adalah dari pembakaran dan kebanyakan pembakaran disebabkan oleh kendaraan bermotor, produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian besar emisi NOx buatan manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas dan bensin. Dampak Nitrogen Dioksida terhadap kesehatan adalah NO2 bersifat racun terutama terhadap paru-paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru-paru (edema pulmonari). 4. Oksidan Oksidan (O3) merupakan senyawa di udara selain oksigen yang memiliki sifat sebagai pengoksidasi. Oksidasi adalah komponen atmosfer yang diproses oleh proses fotokimia, yaitu suatu proses kimia yang membutuhkan sinar matahari mengoksidasi komponen-komponen yang tak segera dioksidasi oleh oksigen. Oksidan terdiri dari Ozon, Peroksiasetilnitrat, dan Hidrogen Peroksida Dampak dari O3 bagi kesehatan adalah Beberapa gejala yang dapat diamati pada manusia yang diberi perlakuan kontak dengan ozon, sampai dengan kadar 0,2 ppm tidak ditemukan pengaruh apapun, pada kadar 0,3 ppm mulai terjadi iritasi pada hidung dan tenggorokan. Kontak dengan Ozon pada kadar 1,0?3,0 ppm selama 2 jam pada orang-orang yang sensitif dapat mengakibatkan pusing berat dan kehilangan koordinasi. Pada kebanyakan orang, kontak dengan ozon dengan kadar 9,0 ppm selama beberapa waktu akan mengakibatkan edema pulmonari. Pada kadar di udara ambien yang normal, peroksiasetilnitrat (PAN) dan Peroksiabenzoilnitrat (PbzN) mungkin menyebabkaniritasi mata tetapi tidak berbahaya bagi kesehatan. Peroksibenzoilnitrat (PbzN) lebih cepat menyebabkan iritasi mata. 5. Hidrokarbon Hidrokarbon adalah bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan. Semakin tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan. Sebagai bahan pencemar udara, Hidrokarbon dapat berasal dari proses industri yang diemisikan ke udara dan kemudian merupakan sumber fotokimia dari ozon. Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah industri plastik, resin, pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet. Diperkirakan emisi industri sebesar 10 % berupa HC. Pengaruh hidrokarbon pada kesehatan manusia dapat terlihat pada tabel dibawah ini. Jenis Hidrokarbon Konsentarsi (ppm) Dampak Kesehatan Benzene (C6H6) 100 Iritasi membran mukosa 3.000 Lemas setelah setengah sampai satu jam 7.500 Pengaruh sangat brbahaya setelah pemaparan satu jam 20.000 Kematian setelah pemaparan 5-10 menit Toluena (C7H8) 200 Pusing, lemah , dan bekunang-kunang setelahpemaparan 8 jam 600 Kehilangan koordinasi bola mata terbalik setelah pemaparan 8 jam

      6. Khlorin Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1. Karena banyaknya penggunaan senyawa khlor di lapangan atau dalam industri dalam dosis berlebihan seringkali terjadi pelepasan gas khlorin akibat penggunaan yang kurang efektif. Hal ini dapat menyebabkan terdapatnya gas pencemar khlorin dalam kadar tinggi di udara. Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan.

      7. Partikel Debu Partikulat debu melayang (Suspended Particulate Matter/SPM) merupakan campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang terbesar di udara dengan diameter yang sangat kecil, mulai dari Dampak partikel debu terhadap kesehatan dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi. Selain dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan, partikel debu juga dapat mengganggu daya tembus pandang mata dan juga mengadakan berbagai reaksi kimia di udara. 8. Timah Hitam Timah hitam ( Pb ) merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan dengan titik leleh pada 327,5C dan titik didih 1.740C pada tekanan atmosfer.Gangguan kesehatan adalah akibat bereaksinya Pb dengan gugusan sulfhidril dari protein yang menyebabkan pengendapan protein dan menghambat pembuatan haemoglobin, Gejala keracunan akut didapati bila tertelan dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan sakit perut muntah atau diare akut. Gejala keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu makan, konstipasi lelah sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, Kejang dan gangguan penglihatan.

      Iklan __ATA.cmd.push(function() { __ATA.initSlot('atatags-26942-5b60d0ffced9a', { collapseEmpty: 'before', sectionId: '26942', width: 300, height: 250 }); }); __ATA.cmd.push(function() { __ATA.initSlot('atatags-114160-5b60d0ffced9c', { collapseEmpty: 'before', sectionId: '114160', width: 300, height: 250 }); }); Komentar : 5 Comments » Kategori : POSTING 15 12 2017

      __ATA.cmd.push(function() { __ATA.initVideoSlot('atatags-370373-5b60d0ffd3ecd', { sectionId: '370373', format: 'inread' }); }); Komentar : Leave a Comment » Kategori : Dibuang Sayang CARA MENENTUKAN KELIMPAHAN ISOTOP 29 11 2016

      Soal: 1. Galium mempunyai dua isotop yaitu Ga-69 dan Ga-71. Massa atom relatif galium adalah 69,8, tentukan kelimpahan isotop Ga-71.

      PENYELESAIAN: Misalkan kelimpahan isotop Ga-69 adalah x%, maka kelimpahan isotop Ga-71 adalah (100-x)% Sehingga Ar Ga = x% . 69 + (100 – x)%.71 69,8 = x/100 . 69 + (100 – x)/100 . 71 6980 = 69x + 7100 – 71x 69x-71x = 6980-7100 -2x = -120 x = 60 Kelimpahan isotop Ga-71 adalah (100 – 60)% = 40%

      2. Diketahui atom Zn mempunyai isotop Zn-65 dan Zn-66. Jika Ar Zn=65,4 maka isotop Zn-66 di alam akan terdapat sebanyak ?. a. 25% c. 50% e. 75% b. 30% d. 40%

      PENYELESAIAN: Misalkan kelimpahan isotop zN-65 adalah x%, maka kelimpahan isotop Zn-66 adalah (100-x)% Sehingga Ar Zn = x% . 65 + (100 – x)%.66 65,4 = x/100 . 65 + (100 – x)/100 . 66 6540 = 65x + 6600 – 66x 65x-66x = 6540-6600 -1x = -60 x = 60 Kelimpahan isotop Zn-66 adalah (100 – 60)% = 40%

      SEMOGA MEMBANTU

      Komentar : Leave a Comment » Kategori : Dibuang Sayang TESIS 27 09 2016

      ABSTRACT

      Pangganti, Esdi, 2012. Class XII science student difficulties SMA District of North Barito Understanding Redox Reactions and Electrochemistry. Thesis. Chemistry Education Studies Program, Graduate Program in Palangkaraya University. Supervisor (I) Prof. Dr. Suandi Sidauruk, M.Pd., and Supervisor (II) Dra. Sriwahyutami, M.Sc.

      Keywords: Adversity, Understanding, Redox Reactions and Electrochemistry

      This study aims to explain the difficulty of class XII science students of SMAN District of North Barito understand and electrochemical redox reactions, including: a) determining the oxidation states of elements in the compound neutral and ionic compounds; b) determine the type of oxidation or reduction reactions; c) determine redox reaction in the event reduction and oxidation processes; d) balance the redox reaction; e) determining if the voltaic cell notation at the anode and cathode reaction produces positive EoSel; and f) specify the use of Faraday’s law of I and II.

      The study population was all students in grade XII IPA Barito District State High School North. The sample size in this study that netted as much as 140 to TPRE, and 32 students to test TPRE, the target sample size of 176. Difficulty understanding the concepts were evaluated using test instruments and understanding of the electrochemical redox reaction (TPRE) along with an interview to locate students’ difficulties in understanding the redox reactions and electrochemistry.

      Tryouts for the lowest test scores obtained TPRE students is 3 and the highest scoring students is 13 scale 15. The mean score was 72.0 of 100 students. Index level of difficulty (range 0.38 to 0.63) and different power index (range 0.23 to 0.81) points in the category of ideal matter, it is proved that TPRE test participants’ ability to differentiate. Standard deviation (sd) = 2.62 and = 6.86 S2t and KR-21 = 0.491 rounded to 0.5. Reliability value indicates that the TPRE have good internal consistency, real, and can be trusted to identify students’ difficulties in redox reactions and electrochemistry.

      The difference (DB) of each item in the category TPRE about being (all about the TPRE meet the specified criteria is between 0.2 – 0.7), so it can be stated that TPRE used well enough to distinguish students based on ability to respond to items about . The level of difficulty (TK) of each item on TPRE about this, they all meet the established criteria, namely 0.3 to 0.7 (DB tables and TK, attached). That is, every grain of matter is at an ideal level. The results showed an average score Indicator 1 (Determining the oxidation state of the element in the compound is not charged) of 52.5, Indicator 2 (Determining the oxidation state of the element in the compound charged (ion) of 54.3; Indicator 3 (Specify type of reduction or oxidation reactions) amounting to 55.0; Indicators 4 (Determining the redox reaction, in the event of the reduction process (reduction oxidation state) and the oxidation process (increase in oxidation state)) of 49.6; Indicator 5 (Balance Redox Reactions) of 43.6; Indicators 6 (Determining the notation voltaic cells, if the reaction at the anode and cathode produces positive Eosel) of 46.7; Indicator 7 (Specify the use of Faraday’s law I) of 50.4; and Indicator 8 (Specify the use of Faraday’s law II) of 51.1. so the order of difficulty TPRE (from easy to difficult) based on the indicators are: Indicator 3 (Specify type of reduction or oxidation reactions); Indicator 2 (Determining the oxidation state of the element in the compound charged (ion) Indicator 1 (Determining the oxidation state of the element in the compound is not charged); Indicators 8 ( specify the use of Faraday’s law II); Indicator 7 (Specify the use of Faraday’s law I); Indicators 4 (Determining the redox reaction, in the event of the reduction process (reduction oxidation state) and the oxidation process (increase in oxidation state)); Indicators 6 (Determining the voltaic cell notation, if reaction in anode and cathode produces positive Eosel); and Indicators 5 (Balance Redox Reactions).

      In this study identified as many as 20 high school students in trouble and electrochemical redox reactions, namely: (a) Indicator 1, identified two (2) difficulty in determining the oxidation number of students on the elements of uncharged compounds, namely: (1) the oxidation number of elements equal to the number oxidation of compounds, (2) does not include an index in the calculation of the oxidation states of elements, (b) indicator 2, identified 2 (two) students experienced difficulty in determining the oxidation number of elements in the charged compounds, namely: (1) considers the elements oxidation number equal to the charge ion, (2) are not included in the calculation of the oxidation state of the element index, (c) Indicator 3, identified 3 (three) students experienced difficulty in determining determine the type of reduction or oxidation reactions of the half reactions are: (1) can not determine the type of reduction or oxidation reactions, (2) can not determine the oxidation states of elements in the compound, (3) assumes that the charged compounds, the oxidation states equal to the charge; (d) Indicator 4, identified 2 (two) students’ difficulties in determining the redox reaction, in the event of process reduction (reduction oxidation state) and the oxidation process (increase in oxidation state), namely: (1) did not show an increase and decrease in oxidation that takes place simultaneously at a given reaction, (2) can not determine the oxidation state of monatomic ions, (e) Indicator 5, identified 3 (three) to equalize the difficulty of students in the redox reaction is: (1) is unable to determine the conditions of how the H, O, or H2O is added, (2) does not equate to the amount of the charge, (3) does not equate to the number of electrons received by the number of electrons is released; (f) Indicator 6, identified three (3) difficulty in determining students’ voltaic cell notation, if the reaction at the anode and cathode produces positive Eosel, namely: (1) can not demonstrate that the reaction takes place at the anode and cathode to see prices Eo, (2) can not determine the price E0sel, (3) can not determine the order in the cell diagram, (g) Indicator 7, identified two (2) difficulty in determining student I use Faraday’s law, namely: (1) can not determine the changes oxidation, (2) can not determine the valence (e), (h) Indicator 8, identified three (3) difficulty in determining the use of law students Faraday II, namely: (1) can not determine the reactions that take place at the electrodes, (2) can not determine the changes in oxidation state (PBO) or valence (e), (3) can not calculate the weight of sludge produced in the experiment

      Komentar : Leave a Comment » Kategori : POSTING Ikatan Ion 26 09 2016 Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan. Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida. Na + Cl ? Na+ + Cl- ? NaCl Komentar : Leave a Comment » Kategori : Dibuang Sayang Prakarya dan Kewirausahaan 25 09 2016 Tulisan ini merupakan pengalaman Penulis blog ini sebagai pengampu mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 4 Muara Teweh, dimana Pembelajaran prakarya di SMA Negeri 4 Muara Teweh dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah ranah karya nyata, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan, dan karya budidaya dengan contoh-contoh karya konkret berasal dari tema-tema karya populer yang sesuai untuk peserta didik Kelas X. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal di Kabupaten Barito Utara yang relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan.

      Penulis sedang Memberikan Arahan untuk Membuat Prakarya berupa Kipas Hias dari bambu

      Kerajinan atau dalam bahasa Inggris kita kenal dengan handicraft, dapat dipahami sebagai produk yang menuntut keterampilan tangan. Produk kerajinan adalah produk yang dihasilkan melalui keterampilan tangan dan keterampilan berpikir dalam mengolah suatu bahan atau material sehingga menghasilkan estetika atau keindahan sekaligus fungsi tertentu. Produk kerajinan memiliki nilai yang tinggi karena menuntut kemampuan berkarya menggunakan keterampilan tangan, baik tanpa menggunakan alat bantu maupun dengan menggunakan alat bantu sederhana. Prakarya kerajinan akan mengajak kita mengenali karakter material dan teknik pengolahannya untuk menghasilkan estetika atau keindahan. Pemahaman tentang seluk beluk suatu kerajinan akan membuat kita dapat mengapresiasi dan menghargainya. Pada kerajinan, keterampilan tangan harus disertai dengan ketelitian, kesungguhan, dan kesabaran dalam melakukan prosedur atau tahap-tahap pengerjaan produk agar dapat dihasilkan produk yang baik dan berkualitas. Kerajinan pada prosesnya melibatkan sekumpulan orang yang bekerja bersama dengan penuh toleransi, dan semangat kebersamaan. Kerajinan umumnya dihasilkan dari material yang khas dari daerah tersebut. Pengembangan kerajinan dapat didukung oleh penciptaan alat bantu sederhana yang baru, sistem kerja yang tepat yang mendukung kelestarian lingkungan, kemasan yang baik serta informasi yang lengkap tentang produk kerajinan tersebut. Sehingga kerajinan diapresiasi dengan lebih baik lagi oleh masyarakat luas. Kerajinan yang berkualitas, mengangkat kekhasan daerah, dan dilakukan oleh masyarakatnya memiliki nilai jual yang tinggi, dan dapat dimanfaatkan untuk lingkungan dan kesejahteraan bersama. MEMBUAT KERAJINAN TEKSTIL Produk kerajinan umumnya memanfaatkan bahan baku yang tersedia dan dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana serta diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Oleh sebab itu karya kerajinan biasanya mempunyai ciri khas dari daerah yang membuatnya, demikian pula dengan produk kerajinan tekstil. Keragaman bahan baku dan keterampilan daerah di Indonesia menghasilkan keragaman produk kerajinan tekstil Indonesia. Produk kerajinan tekstil merupakan salah satu sumber budaya bangsa Indonesia yang dapat menjaga dan melestarikan keberadaan budaya setempat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk dapat mengembangkan tekstil tradisional Indonesia, kita harus mengenalnya lebih dalam. Proses pembuatan kerajinan tekstil terdiri atas beberapa tahapan. Pertama, proses serat atau benang menjadi kain, lalu kain menjadi kerajinan tekstil, seperti busana, tas, sarung bantal dan lain-lain, serta pewarnaan dan pemasangan aksesori untuk suatu fungsi tertentu atau menambah nilai estetis atau keindahan pada produk kerajinan tekstil yang dibuat. Produk kerajinan tekstil sangat beragam. Namun, secara umum, pembentukan kerajinan tekstil dilakukan dengan memotong dan menyambung bahan. Pemotongan diawali dengan penggambaran pola sesuai dengan bentuk dan ukuran produk kerajinan tekstil yang dirancang. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan gunting khusus kain, untuk kemudahan pemotongan dan menghasilkan potongan yang rapi. Ingatlah selalu untuk memotong bahan sedikit lebih besar daripada pola, untuk memberikan ruang penyambungan. Penyambungan bahan dapat dilakukan dengan teknik jahit, manual, teknik jahit dengan menggunakan mesin jahit, dan penggunaan lem. Teknik penempelan dengan lem hanya digunakan untuk kebutuhan tertentu saja, misalnya penempelan aksesori dengan syarat kain atau bahan tekstil cukup tebal atau rapat dan lem cukup kental sehingga lem tidak menembus kain. Komentar : Leave a Comment » Kategori : Prakarya BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT 13 11 2015

      Salah satu Putra terbaik dari Kabupaten Barito Utara ini berhasil meraih predikat sebagai Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015 dan akan mengikuti seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional yang akan di laksanakan pada Bulan Nopember 2015 di Jakarta. Kecintaannya terhadap profesi guru ini menghantarkannya menjadi guru idola dengan berbagai ragam karya. Bagaimana kiprahnya? Berikut sedikit catatannya.

      Esdi Pangganti (memegang piala) bersama Tim Kabupaten Barito Utara pada Seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015 di Hotel Aquarius Palangka Raya

      PRIA yang akrab dipanggil Esdi ini tampak ramah dengan sejumlah media massa ketika dijumpai setelah memenangkan lomba Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Hotel Aquarius Palangka Raya pada tanggal 7 s.d 10 Juli 2015. Pria yang telah menjadi guru semenjak lulus dari Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Palangka Raya tahun 2001 ini telah cukup banyak berkarya dan berperan dalam kegiatan kependidikan terutama di Kabupaten Barito Utara. Dibincangi oleh media sesaat sesudah menerima predikat sebagai guru SMA berprestasi atau yang dulunya dikenal sebagai Guru Teladan. Esdi menyampaikan harapan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh guru sebaiknya didokumentasikan dengan baik, teratur dan konsisten sebagaimana yang telah dilakukannya. Hal ini sesungguhnya menunjukkan salah satu kompetensi yang dipunyai oleh seorang guru yaitu kompetensi profesional selain pedagogik, kepribadian dan sosial. Selanjutnya menurut ayah dua orang anak ini -Olla dan Holly- komponen yang tidak kalah penting adalah kepribadian, ?sebagai seorang guru janganlah kita berpenampilan apa adanya, saat berangkat ke sekolah terlihat seperti orang baru bangun tidur, rambut dan pakaian acak-acakan, bersikap dan bertutur kata yang kurang bagus namun sebaliknya harusnya seorang guru harus menjaga penampilan, layaknya seorang idola, maka keberadaan atau kehadiran guru di sekolah harus menjadi solution man atau pembawa solusi bagi warga sekolah terutama untuk setiap kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik? tuturnya dengan bersemangat. Suami dari Hesti Lawinisari -guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri ? 2 Muara Teweh- ini juga telah banyak membantu kegiatan pembelajaran dibeberapa sekolah baik dalam wilayah Kabupaten Barito Utara, maupun sampai ke daerah-daerah lainnya di DAS Barito, Provinsi Kalimantan Tengah seperti Murung Raya, Barito Timur, dan Barito Selatan. Pria yang cukup menguasai ICT ini sering dijadikan narasumber atau fasilitator kegiatan-kegiatan In House Training (IHT), beberapa karya yang telah cukup populer dilakukan antara lain pengembangan program penilaian dan LHBPD berbantuan komputer, termasuk pengadaan media pembelajaran pembangkit motivasi belajar siswa ?edutainment program- yang berhasil membawanya menjadi Juara I, guru berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015. Esdi juga menyapaikan, kurangnya penghargaan terhadap prestasi maupun karya seorang guru menjadi salah satu keengganan guru untuk berkompetisi, lembaga-lembaga resmi pemantau pendidikan tidak punya video cara terbaik guru-guru dalam mengajar, termasuk dorongan pemerintah bagi guru yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya jika guru di sekolahkan, maka orientasi pendidikan akan berubah pada 5-10 tahun setelah yang bersangkutan lulus. Orang tua harusnya lebih takut anaknya tidak bisa budaya antri daripada tidak lulus dalam ujian nasional atau bisa menulis dan membaca pada pendidikan setingkat PAUD, karena budaya antri mengajarkan banyak hal yang bisa dengan sendirinya muncul dri kepribadian seorang anak tersebut. Pendidikan kita sekarang cenderung konvensional, tetap lebih dominan menekankan aspek kognitif walau sudah berkali-kali mengalami perubahan konsep kurikulum. Pria yang menjadi wakil kepala sekolah urusan Humas di SMA Negeri ? 2 Muara Teweh, setelah sekian lama sejak tahun 2004 berkecimpung dalam urusan Kurikulum mempunyai motto ?berkarya selagi bisa? ini berharap bahwa stakeholder dapat berperan membantu sekolah dalam menciptakan guru-guru yang berprestasi, sebab apapun dapat dilakukan kalau guru tersebut berprestasi. Esdi mengibaratkan ?BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT?, walaupun bibitnya tidak unggul tetapi petaninya hebat maka akan menghasilkan swasembada, sebaliknya biarpun bibitnya unggul namun petaninya tidak hebat, kurang inovasi, malas, dsb. maka hasilnya tidak akan maksimal. Menurut Hery Jhon Setiawan, M.Pd selaku kepala SMAN-2 Muara Teweh tempatnya bertugas selama 13 tahun lebih ini, pria berkacamata minus ini telah banyak melakukan inovasi dalam bidang penilaian pembelajaran seperti mengembangkan rubrik penilaian berbasis komputer sehingga guru-guru di SMAN-2 Muara Teweh termotivasi untuk melakukan dokumentasi penilaian dengan benar dan baik. Hal ini dibuktikan dengan tersediannya berbagai literasi media yang telah dimanfaatkan pihak sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada orang tua atau stakeholder yang berkepentingan. ?Pihak sekolah mengapresiasi pak Esdi sebagai Guru berprestasi dan merasa bersyukur karena pak Esdi memang telah banyak melakukan inovasi-inovasi dalam bidang penilaian pendidikan sehingga sekolah terbantu dengan apa yang telah beliau lakukan. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa sumberdaya yang dimiliki sekolah perlu diperhitungkan, sayang jika beliau tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait, guna mengajarkan atau mendesiminasikan pengetahuannya dibidang ICT dalam pembelajaran dan penilaian, apalagi dalam waktu dekat ini SMAN-2 Muara Teweh akan melaksanakan UNBK atau CBT pada tahun pelajaran 2015/2016 ini? pungkas hery jhon Mengakhiri bincang-bincang dengan Kalteng Post, Esdi menyampaikan pesan bagi seluruh Guru di Kalimantan Tengah agar dapat membuat budaya prestasi yang tidak hanya menjadi kebanggan diri sendiri tetapi juga daerah, bangsa dan negara. ?Semua guru sebaiknya membuat budaya prestasi, dan jangan lupa didokumentasikan, baik secara tertulis maupun foto. Karena itu guru wajib punya laptop, kamera, HP Android/Tablet yang dapat terkoneksikan dengan internet, serta hal-hal lain yang dapat membuat seorang guru menjadi tokoh idola dalam pembelajarannya? cetus Esdi yang sedang mempersipkan diri mengikuti Seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional pada bulan Nopember 2015 di Jakarta seraya meminta doa dan restu seluruh guru serta masyarakat di Kaliantan Tengah pada umumnya maupun Kabupaten Barito Utara pada khususnya. ?

      Komentar : Leave a Comment » Kategori : Dibuang Sayang SILAKAN PILIH BAHASA ANDA,…. Masukkan Kata Yang Anda Cari

      Pakailah Ctrl + untuk memperbesar Huruf pada Blog Ini dan Ctrl - untuk memperkecil

      Pengunjung Yang Sedang On Line

      Jumlah Pengunjung 4,192,223 Kunjungan Anda Adalah Pengunjung yang Ke-:

      Esdi Hit Counters

      Kalender Itah…. Juli 2018 S S R K J S M « Des      1 2345678 9101112131415 16171819202122 23242526272829 3031   MASUK WORDPRESS.COM Daftar Masuk RSS Entri RSS Komentar WordPress.com HOWDY,…

      ESDI PANGGANTI NIP. 197608242005041003 NRG. 102438947001 NUPTK. 1156 - 7546 - 5620 - 0023 Anggota PGRI No. 1404000105 Sertfikat Guru No. 181018700099

      Gabung dengan ESDI di facebook 'esdi pangganti'Buat Lencana Anda di Sini KategoriKategori Pilih Kategori Dibuang Sayang  (12) Komputer  (2) Kumpulan Artikel Esdi  (17)    Artikel Pendidikan  (12)    Puisi Kimia Version  (3) Materi Kimia  (42)    Kimia Kelas X  (16)    Kimia Kelas XI  (16)    Kimia Kelas XII  (10) Pembahasan Soal  (1) POSTING  (3) Prakarya  (1) /* 0 ) { dropdown.parentNode.submit(); } } dropdown.onchange = onCatChange; })(); /* ]]> */ Arsip Arsip Pilih Bulan Desember 2017  (1) November 2016  (1) September 2016  (3) November 2015  (1) Oktober 2015  (3) Oktober 2012  (1) September 2012  (1) Agustus 2012  (1) Juni 2012  (3) Mei 2012  (1) April 2012  (1) Oktober 2011  (1) September 2011  (4) Juni 2011  (10) Mei 2011  (5) Maret 2011  (3) Januari 2011  (1) Desember 2010  (1) November 2010  (7) Oktober 2010  (6) Agustus 2010  (7) Juni 2010  (1) Maret 2010  (1) November 2009  (2) Oktober 2009  (3) September 2009  (8) Belajar Kimia Komunitas kimia SMA Video Unsur-unsur Periodik BLOG GURU KIMIA Budi ? Tamiang Layang (Kalteng) Urip ? Pangkalan Bun (Kalteng) SMA e-dukasi.net Hesti Lawinisari (B.Indo_Kalteng) MATERI PEMBAHASAN KITA (tanpa judul) 15 Desember 2017 CARA MENENTUKAN KELIMPAHAN ISOTOP 29 November 2016 TESIS 27 September 2016 Ikatan Ion 26 September 2016 Prakarya dan Kewirausahaan 25 September 2016 BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT 13 November 2015 KABUT ASAP 15 Oktober 2015 EDUTAINMENT PROGRAM (EP) 13 Oktober 2015 BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT 13 Oktober 2015 MENYETARAKAN REDOKS,…. 21 Oktober 2012 Cara Menentukan: Notasi Sel Volta 1 September 2012 Gelombang Elektromagnetik 9 Agustus 2012 MANFAAT KOLOID 7 Juni 2012 ALKANA, ALKENA, ALKUNA 3 Juni 2012 KEKHASAN ATOM KARBON 3 Juni 2012 INDIKATOR ASAM BASA 23 Mei 2012 INDIKATOR ALAMI ASAM BASA 23 April 2012 UNSUR-UNSUR GOLONGAN UTAMA 25 Oktober 2011 KOROSI 28 September 2011 SEL ELEKTROLISIS 28 September 2011 RATINGS BLOG INIArtikel Pendidikan Dibuang Sayang Kimia Kelas X Kimia Kelas XI Kimia Kelas XII Komputer Kumpulan Artikel Esdi Materi Kimia Pembahasan Soal POSTING Prakarya Puisi Kimia Version PENGOMENTAR TERAKHIR agen jamkho di KABUT ASAPIstanamurah di KABUT ASAPesdipangganti di KABUT ASAPpelangsing herbal di KABUT ASAPagen jamsi di KABUT ASAPrumus senyawa alkana… di KEKHASAN ATOM KARBONrumus senyawa alkana… di ALKANA, ALKENA, ALKUNAAlfi di INDIKATOR ASAM BASAzahra di INDIKATOR ASAM BASAwesdinaomi di UNSUR-UNSUR GOLONGAN UTAMAZabrino Wahid Kal Al… di CARA MENENTUKAN BILANGAN …Nadia Putriastika di INDIKATOR ASAM BASAdwi elsya hasibuan di KOROSIShally di CARA MENENTUKAN BILANGAN …widagdo di MENYETARAKAN REDOKS,….

      'Esdi Pangganti'Buat Lencana Anda

      Tulisan Teratas ALKANA, ALKENA, ALKUNA MASSA ATOM/MOLEKUL RELATIF (Ar/Mr), ISOTOP DAN KELIMPAHANNYA SIFAT KOLIGATIF SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL (SPLTV) STRUKTUR ATOM, NOMOR MASSA, NOMOR ATOM, DAN KONFIGURASI ELEKTRON CARA MENENTUKAN BILANGAN KUANTUM TATA NAMA SENYAWA BINER Cara Menentukan Kualitas Bensin SEL ELEKTROLISIS KONSEP MEKANIKA GELOMBANG SELAMAT BERGABUNG KAWAN

      - Terimakasih anda telah memilih menunjungi blog ini - Mohon Komentar Anda demi penyempurnaannya ke massa yang akan datang - Blog ini dalam rencana pengembangan mengikuti blooger contest, mohon dukungan/kunjungan dan komentarnya agar ratingnya semakin meningkat

      Salam manies ESDI PANGGANTI, S.Pd.

      PENGELOLA / ADMIN esdipangganti1143CARA MENENTUKAN KELIMPAHAN ISOTOPTESISIkuti Blog melalui Email

      Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

      Bergabunglah dengan 129 pengikut lainnya

      Klik tertinggiesdikimia.files.wordpress…esdikimia.files.wordpress…automattic.com/cookiesesdikimia.files.wordpress…esdikimia.files.wordpress…whos.amung.us/stats/pb3rr…esdikimia.files.wordpress…esdikimia.files.wordpress…id-id.facebook.com/people…id-id.facebook.com/people… Iklan __ATA.cmd.push(function() { __ATA.initSlot('atatags-286348-5b60d100003b3', { collapseEmpty: 'before', sectionId: '286348', width: 160, height: 600 }); }); // /* */ //initialize and attach hovercards to all gravatars jQuery( document ).ready( function( $ ) { if (typeof Gravatar === "undefined"){ return; } if ( typeof Gravatar.init !== "function" ) { return; } Gravatar.profile_cb = function( hash, id ) { WPGroHo.syncProfileData( hash, id ); }; Gravatar.my_hash = WPGroHo.my_hash; Gravatar.init( 'body', '#wp-admin-bar-my-account' ); }); /* */ KOMUNITAS KIMIA SMA Tema: Freshy. Tuliskan ke Batal Privasi & Cookie: Situs ini menggunakan cookie. Dengan melanjutkan menggunakan situs web ini, Anda setuju dengan penggunaan mereka. Untuk mengetahui lebih lanjut, termasuk cara mengontrol cookie, lihat di sini: Kebijakan Cookie /* */ /* */ // var skimlinks_pub_id = "725X584219" var skimlinks_sitename = "esdikimia.wordpress.com"; jQuery.extend( infiniteScroll.settings.scripts, ["jquery-core","jquery-migrate","jquery","mobile-useragent-info","postmessage","jquery_inview","jetpack_resize","spin","jquery.spin","grofiles-cards","wpgroho","jquery.autoresize","highlander-comments","devicepx","jetpack_likes_queuehandler","the-neverending-homepage","eu-cookie-law-script","wpcom-masterbar-js","wpcom-masterbar-tracks-js","wpcom-actionbar-bar","jetpack-carousel","swfobject","videopress","twitter-widgets","twitter-widgets-infinity","twitter-widgets-pending","tiled-gallery"] ); jQuery.extend( infiniteScroll.settings.styles, ["wpcom-smileys","jetpack_likes","wordads-global","wordads-freshy","the-neverending-homepage","infinity-freshy","wpcom-core-compat-playlist-styles","wpcom-text-widget-styles","mp6hacks","wpcom-bbpress2-staff-css","freshy","freshy-layout","freshy-pp-album","jetpack-top-posts-widget","eu-cookie-law-style","jetpack-widget-social-icons-styles","noticons","geo-location-flair","reblogging","a8c-global-print","wpcom-actionbar-bar","h4-global","freshy-ie6","freshy-ie7","highlander-comments","highlander-comments-ie7","jetpack-carousel","tiled-gallery","jetpack-carousel-ie8fix"] ); _tkq = window._tkq || []; _stq = window._stq || []; _tkq.push(['storeContext', {'blog_id':'9577785','blog_tz':'0','user_lang':'id','blog_lang':'id','user_id':'0'}]); _stq.push(['view', {'blog':'9577785','v':'wpcom','tz':'0','user_id':'0','subd':'esdikimia'}]); _stq.push(['extra', {'crypt':'UE5XaGUuOTlwaD85flAmcm1mcmZsaDhkV11YdWpYP2xZaVBVeHZiOUhkaixZNmFQbHJlenxESDRhV3l4V1NJTDJvSElRMSxqb05GVCtqWTNxYWpwV09PTFZMPUlNW2RVK2ZhbzJSMXBLX2dVK2hxTGlub0ZXY1cxMDI3eSZYSngtcGJ0blsrWT8uQmhXbVVNTltNcXhrTkw5WGNEbV9LS2Q5RFNUX2l1bnJFXUZZZjU3X3ZZK3U3d1RJelM2eTJzXV83dVZ1QiZsWEljMUhrdFozSkQ4cF1tZU0sRFt1bU44c3pWSnlzLzJEZThSbDYldix6LjZpLVNqTHJvW2tvL3IlbVdsXS03fG9RNVAtREV6ZHAyc0QvWkpzSnxjXzNyRWZMWGZfVnhlUi4vWE83eUtbOU45PzguV2xsWUMxTUxSOTVnW0drK05PWTk/RjBr'}]); _stq.push([ 'clickTrackerInit', '9577785', '0' ]); if ( 'object' === typeof wpcom_mobile_user_agent_info ) { wpcom_mobile_user_agent_info.init(); var mobileStatsQueryString = ""; if( false !== wpcom_mobile_user_agent_info.matchedPlatformName ) mobileStatsQueryString += "&x_" + 'mobile_platforms' + '=' + wpcom_mobile_user_agent_info.matchedPlatformName; if( false !== wpcom_mobile_user_agent_info.matchedUserAgentName ) mobileStatsQueryString += "&x_" + 'mobile_devices' + '=' + wpcom_mobile_user_agent_info.matchedUserAgentName; if( wpcom_mobile_user_agent_info.isIPad() ) mobileStatsQueryString += "&x_" + 'ipad_views' + '=' + 'views'; if( "" != mobileStatsQueryString ) { new Image().src = document.location.protocol + '//pixel.wp.com/g.gif?v=wpcom-no-pv' + mobileStatsQueryString + '&baba=' + Math.random(); } }

      Follow Us